Laporan Percobaan Pembangkit Tenaga Angin
dengan Menggunakan Windpit Education Kit
Energi Terbarukan
Oleh :
M. KHOIRUT TAMIMI : 140431100123
RICKI RIZKYANDI : 140431100122
WITA INDRAWATI : 140431100133
MAIMUN MAHASINUL K : 140431100116
ZAINUL ARIFIN : 140431100073
PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2015
PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN
1.1 Tujuan
- Mahasiswa memahami konsep kerja energi angin.
- Mahasiswa mampu merakit sistem energi angin.
- Mahasiswa mengoprasikan energi angin.
- Mahasiswa mengerti tentang manfaat yang dihasilkan energi angin.
- Dasar Teori
- Angin
Angin merupakan udara yang bergerak di akibatkan rotasi bumi dan juga adanya perbedaan tekanan udara. Angin merupakan sember daya alam yang terbarukan yang memiliki jumlahnya tidak terbatas di bumi ini. Pembangit listrik tenaga angin adalah salah satu energi terbarukan yang ramah lingkungan dan memiliki efisiensi kerja yang baik di bandingkan dengan energi terbarukan yang lainnya. Factor-faktor yang mempengaruhi kecepatan angin:
- Letak tempat.
Kecepatan hembusan angin di dekat khatulistiwa lebih cepat hembusan anginnya di bandingkan dengan tempat yang jauh dari khatulistiwa.
- Tempat yang tinggi.
Semakin tinggi tempat semakin semakin cepat pula tiupan anginnya.
- Waktu.
Di siang hari angin lebih kencang di bandingkan malam hari.
- Baling_baling
Baling_baling merupakan suatu alat yang digunakan untuk menangkap angin yang berhembus.
- Generator
Sebuah alat yang di gerakkan untuk menghasilkan listrik.
- Prinsip kerja pembangkit listrik tenaga angin.
Prinsip kerja pembangkit listrik tenaga angin adalah dengan memanfaatkan kinetik angin yang masuk pada area turbin untuk memutar kincir angin atau baling_baling yang nantinya di teruskan ke generator untuk dirubah menjadi energi listrik.
1.3 Alat dan bahan
- Baling-baling
- Generator
- Rotor
- Kabel penghubung
- Lampu indikator atau LED
- Renewable energy monitor atau Multimeter
1.4 Langkah percobaan
- Rakit dahulu baling-baling pada rotor. Supaya menghasilkan outputan yang lebih besar maka sebaiknya rotor diberi baling-baling yang lebih banyak.
- Pasang baling-baling yang sudah dirakit pada generator.
- Kemudian pasang pada tiang penyangga.
- Kemudian sambungkan kabel merah pada kutub positif dan kabel hitam pada kutub negatif.
- Putar baling-baling dengan kondisi stabil agar lampu indicator tetap menyala.
- Cek outputan dari kincir angin dengan menggunakan Renewable energy monitor atau multimeter.
- Setelah selasai, copot kembali rangkaian kincir angin tersebut lalu tempatkan pada tempat semula.
1.5 Kesimpulan
Dari percobaan yang kami lakukan dapat kami simpulakan bahwa :
- Angin yang umumnya hanya sekedar lewat ternyata bias menghasilkan energy. Sehingga bias dijadikan energy alternative yang tentunya ramah lingkungan.
- Semakin besar angin yang mengenai kincir angin maka semakin besar pula kecepatan pada kincir angin tersebut, sehingga voltase yang dihasilkan akan semakin besar pula.